PAI IMPACT GPAI SURABAYA

 



CP PAI terbaru mewarnai whorshop IMPACT


Surabaya. Kembali Guru Pendidikan Agama Islam dituntut untuk terus upgride diri, selalu berinovasi dan kreatif. Bersama KKG PAI Kota Surabaya dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya kembali memberikan wadah GPAI dalam pelaksanaan whorshop inovasi, media, progaming, AI, creativity dan teknology Pendidikan Agama Islam, yang disingkat PAI IMPACT di SMPN 13, tepat pukul delapan pagi. (08/07/26)


Acara yang dihadiri oleh semua pengurus inti, Kabid dan anggota, serta empat perwakilan setiap kecamatan seSurabaya, berpartisipasi dengan menunjukkan semangat dan keseriusan untuk belajar membuat media dan seperangkat pembelajaran, yang biasanya menghabiskan satu hari membuatnya, bisa menjadi lima belas menit. Tentu saja hal tersebut sangat menarik perhatian peserta worshop. Suport diberikan langsung oleh Kadis Surabaya, Febrina Kusumawati, S.Si, M.M. dan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Tri Endang Kustiyaningsih, S.Pd yang turut hadir untuk membuka worshop. 



Kadispendik Surabaya berpesan pada seluruh Guru Pendidikan Agama Islam untuk terus belajar agar memberikan pembelajaran yang menyenangkan bagi murid. Lebih memperhatikan murid yang terlihat berbeda sama dengan lainnya tanpa membedakan. Waktunya berbeda pembelajaran era dulu dan sekarang. Bahkan Beliau memberikan contoh sesuai pengalaman pribadi saat menjadi guru yang dirindukan oleh murid. Hal itulah yang ingin GPAI bisa lakukan. Dan harapan Beliau GPAI bisa menjadi guru terdepan dibanding Guru lainnya.


CP Pendidikan Agama Islam yang terbaru pun menghiasi whorshop tersebut, perubahan yang tidak terlalu signifikan, hanya sebagian kecil sehingga tidak perlu membuat perangkat baru, cukup menambahkan yang baru saja, ucap Ustadz Sugeng Setiyobudi, S.Pd.I di sela penjelasan pada sesi kedua. Tentunya sesudah pembelajaran PAI dengan nara sumber Syifaul Umam, M.Pd.I.


Whorshop PAI IMPACT yang tidak hanya mendapatkan ilmu saja, tentunya juga menghasilkan produk sebagai acuan pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam. Itu sebagai bukti, bahkan GPAI Surabaya tidak hanya haus ilmu namun berjuang memberikan berbagai warna yang nantinya bisa digunakan dalam pembelajaran PAI oleh semua guru. (TimHumasSH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanti seberkas cahaya dalam gelapnya reruntuhan

Kolaborasi MGMP dan KKG di HGN Surabaya

Penyisihan Pentas PAI 2026