Pentas PAI 2026
Teknikal meeting menyamakan persepsi
Lomba PAI
Surabaya. Program tahunan Pentas PAI kembali diluncurkan tahun ini sebagai wadah ekspresi anak-anak muslim untuk terus berkarya. Acara yang biasanya digelar oleh Dinas Pendidikan bersama KKG PAI Kota Surabaya kembali diluncurkan, kali ini tetap dengan lima cabang lomba seperti MTQ, LPP, Kaligrafi, Patrol dan Banjari Kontemporer. (09/01/26)
Sosialisasi sebagai petunjuk teknis dan TM dilakukan secara zoom hari ini yang dihadiri oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya sebagai penyelenggara lomba, panitia yang terdiri dari pengurus KKG PAI Kota Surabaya dan Guru Pendidikan Agama Islam seKota Surabaya. Pendaftaran akan dimulai pada tanggal 10 Januari hingga 09 Pebruari 2026, dengan menyertakan link video. Jika di upload di YouTube harus disetting tidak publik. Kecuali pengiriman melalui google driver harus disetting berbagi link untuk semua orang yang memiliki link. Sehingga video-video tersebut dapat diakses dan dinilai oleh juri lomba masing-masing.
Seleksi video babak penyisihan via daring akan dimulai pada tanggal 11 hingga 16 Pebruari 2026 oleh juri yang berkompeten pada bidang masing-masing. Kemudian langsung diumumkan pada tanggal 17 Pebruari 2026. Sedangkan untuk babak final selanjutnya, akan dilakukan pada tanggal 4 Maret 2026 secara luring. Sebagai catatan, untuk meminimalisir hilangnya karya fisik seperti kaligraf, maka disepakati saat TM mulai dikumpul pada tanggal 6 dan 9 Pebruari 2026 secara serentak di Dinas Pendidikan kota Surabaya pada jam kerja.
Lomba pentas PAI yang hanya diperuntukkan untuk kelas satu hingga lima sekolah dasar Kota Surabaya, masih aktif dan beragama Islam, serta memiliki ketentuan dalam juknis tersebut dapat didaftarkan melalui profil sekolah. Diharapkan dengan adanya Pentas PAI mampu melahirkan karakter anak-anak yang tidak hanya lihai dalam akademik, namun juga memiliki skil lainnya. Dalam TM juga disepakati untuk sekolah yang tahun lalu juara satu, boleh kembali mengikuti lomba yang sama dengan syarat semua personilnya berbeda dengan tahun sebelumnya. Kecuali mengikuti lomba yang berbeda.
Lomba kaligrafi kontemporer nantinya akan menitikberatkan penilaiannya ada pada khot, dan pewarnaan serta keserasian tema dapat digunakan sebagai penunjang khat, yaitu untuk memberikan penilaian tambahan. Dalam babak penyisihan, peserta bebas menggunakan lafal Asmaul Husna. Kecuali ketika masuk babak final, penyelenggara akan memberikan lafad yang berbeda antara peserta satu dengan yang lainnya. (Timnas)


Komentar
Posting Komentar