Doa Bersama Enam Keyakinan
Moderasi Beragama di Kampung Pancasila
Surabaya. Acara yang digelar untuk memperkuat moderasi beragama, melalui doa bersama enam keyakinan sebagai simbol kerukunan lintas agama di Kampung Pancasila Surabaya, sebagai penutupan di hari guru, terlihat penyelenggara acara dari Dinas Pendidikan sibuk mensukseskannya, mulai dari pukul 06.00 WIB. Satu persatu dipadati oleh berbagai kalangan guru maupun kepala sekolah. (12/12/25)
Ribuan guru pendidikan agama tingkat SD dan SMP, enam keyakinan, Islam, Kristen, Prostestan, Budha, Hindu dan Konghucu bersama-sama melaksanakan kegiatan doa bersama. Untuk kegiatan Guru Pendidikan Agama Islam bertempat di Masjid Nurul Faizin sampai memenuhi halaman sekitarnya. Sementara untuk Guru Pendidikan Agama Kristen, Prostestan, Budha, Hindu dan Konghucu bertempat di ruangan-ruangan Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
Kepala Dinas Pendidikan, Ir Yusuf Masruh, MM memberikan laporan mengenai dunia pendidikan di Surabaya, serta prestasi yang sudah diraih guru maupun murid dalam pendidikan dan lingkungan. Hal tersebut juga dikuatkan oleh Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, S.T., M.T., yang berpesan untuk melindungi guru dalam sambutannya.
Surabaya boleh jadi kota metropolitan, tapi jangan lupa dengan kampung pancasilanya. Harus menunjukkan hidup rukun, saling menghormati, menghargai, saling menolong. Maka saya tetepkan Surabaya dengan mencetak karakter-karakter yang baik pada guru. Karena hanya guru yang bisa melakukannya.
Beliau juga tetep pesan pada Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan, untuk para guru, jika ada salahnya guru, harus dilindungi jika berhubungan dengan cara mendidik murid, mereka memiliki caranya sendiri, asal tidak sampai menampar. Jika mencubit atau menarik godek saja itu biasa, imbuhnya. Bahkan Wali kota Surabaya tersebut juga menceritakan kisah masa menjadi murid, yang menginspirasi orang tua untuk tidak lebay dalam menanggapi cara mendidik para guru.
Berhubungan dengan hal tersebut, Eri Cahyadi sudah membuat kerja sama dengan Peradi, perhimpunan advokat Indonesia, sehingga para guru pun bisa sharing mengenai hal tersebut untuk mencari solusi jika tersandung masalah. Harapan para pemimpin guru-guru benar-benar mendapatkan keadilan, bahkan di sela sambutan ingin tahu permasalahan guru yang masuk dalam Dinas Pendidikan dan bagaimana menanganinya. Apa sudah sesuai? (TimHumasSH)



Komentar
Posting Komentar