GPAI Surabaya Berkisah


Tantangan GPAI Mengubah Berbagai Suara


Surabaya. Pelatihan dasar berkisah bagi Guru PAI SD yang diadakan KKG PAI Kota Surabaya, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, merupakan pertama kali diadakan dan memberikan pengalaman yang luar biasa, dibuktikan dengan antusiasnya guru-guru Agama Islam yang menjadi peserta pelatihan mulai dari awal hingga akhir pelatihan, diikuti dengan penuh semangat tanpa jenuh. Bahkan rasa kantuk pun enggan mampir selama Pelatihan. (Surabaya, 02/10/25)


Acara yang bertempat di Gedung Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Jagir Surabaya, dimulai pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB. Dengan peserta GPAI perwakilan tiap kecamatan masing-masing empat sampai lima guru yang ada di wilayah Surabaya. Nara sumber yang dihadirkan pun tak kalah luar biasa. Nh Bambang Bimo Surya, yang dikenal dengan Kak Bimo, Master Story Teller Indonesia, Trainer sekaligus motivator yang mendapatkan 2 kali rekor Muri memiliki suara terbanyak untuk kategori pencerita. 




Tidak hanya teori saja yang diberikan, namun juga langsung praktik. "Paling tidak guru-guru PAI pulang dari sini harus sudah bisa tiga suara." Ujar Beliau di sela menjadi pembicara. Kak Bimo juga mengajarkan bagaimana cara menemukan suara ketika bercerita. Yaitu dengan menemukan suara dari tangga nada yang dimiliki suara dan tarik ulur kerenggangan otot leher. Sehingga bisa menciptakan suara-suara yang berbeda. Sehingga saat berkisah atau bercerita bisa sangat menarik perhatian.


Tak hanya itu, Kak Bimo pun memberikan lima tips mendapatkan suara agar terlihat keluwesan saat bercerita. Pertama, berdiri di atas 2 kaki, berdiri tegak. Kedua, rendahkan badan, sedikit membungkuk. Ketiga, tangan harus diangkat melebar, leluasa, merentang. Keempat, mata atau wajah tunjukkan dengan ceria. Bila mata lebar maka mulut pun melebar. Tatap mata pendengar. Yang terakhir, lima, berpindah empat langkah setiap bercerita. Hal tersebut untuk menarik perhatian pendengar. Hal-hal tersebut dapat menarik pendengar untuk tetap fokus pada pencerita.


Dari semua teori yang diberikan. Peserta pelatihan, guru-guru PAI pun diberikan tantangan untuk saling bercerita di depan peserta lain,  saling bergantian. Saling mengoreksi dan saling sharing. Bahkan dengan menggunakan teori dan trik yang diberikan untuk diterapkan dalam praktik tersebut. Dan tantangan selanjutnya. Setiap peserta pelatihan wajib menyetorkan video berkisahnya dengan durasi lima sampai sepuluh menit agar mendapatkan sertifikat. (TimHumasSH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanti seberkas cahaya dalam gelapnya reruntuhan

Kolaborasi MGMP dan KKG di HGN Surabaya

Penyisihan Pentas PAI 2026