Tiap tahun Pentas PAI beda cerita



Pesan berharga dari Kadispendis


Surabaya. Grand Final Pentas PAI yang sudah dilaksanakan di Dinas Pendidikan Kota Surabaya, berhasil menghadirkan 20 peserta terbaik masing-masing dari Cabang Lomba Pidato PAI, Kaligrafi dan MTQ. Serta 15 grup terbaik dari Cabang Lomba Patrol dan Banjari yang siap merebut juara 1, 2, 3, serta harapan 1, 2 dan 3 dengan segala kemampuan yang sudah disiapkan sejak beberapa pekan yang lalu. Setelah dinyatakan lolos babak seleksi via video yang dikirim melalui link. (13/03/25)


Sejak pukul 07.00 WIB sudah banyak peserta yang melakukan registrasi dan memadati halaman Dinas Pendidikan Kota Surabaya, datang bersama para pendamping masing-masing yang juga tergabung dalam GPAI, namun ada juga beberapa peserta yang didampingi oleh guru non GPAI, bahkan juga wali murid. Semua itu tidak menyusutkan semangat mereka, untuk menunjukkan talenta yang mereka miliki dan menjadi yang terbaik.



Acara Pembukaan Pentas PAI Tingkat SD Kota Surabaya, langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Bapak Ir. Yusuf Masruh, M.M dengan ciri khas menabuh gong raksasa. Bahkan dalam sambutannya, Beliau berterima kasih kepada Guru Agama Islam yang selalu menyemangati dan membersamai anak-anak Islam Kota Surabaya. Terutama di bulan ramadhan yang tentunya mempengaruhi segala aspek.


Di dalam sambutan tersebut, Beliau juga menyemangati peserta untuk terus semangat, mencari dan menyelusuri. Harapan hari ini anak-anak dilatih untuk tidak mencari juara dan juara lagi. Karena juara tidak untuk hari ini saja, tapi bisa besok dan lusa, bisa jadi juara. Jika hari ini tidak juara, mungkin tahun depan. Yang penting masih tetap berkarir, berkarya dan terus meraih impiannya. Pesan yang begitu berharga disampaikan ke semua peserta Pentas PAI untuk membangun kepercayaan peserta.



Sambutan yang kemudian diakhiri dengan ditabuhnya gong oleh pembina apel, sebagai tanda dibukanya acara Pentas PAI 2025, dan penyematan dengan memberikan tanda peserta secara simbolis. Sebagai perwakilan dari peserta, ditunjuk dari Patrol, Aisyah Agnia dan Andria perwakilan dari Banjari. Apel yang sudah berjalan lancar meski ada sedikit insiden, dengan pingsannya salah satu peserta Pentas PAI saat mengikuti apel, di halaman Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Alhamdulillah, kondisi kembali membaik.


Doa penutup pun dibacakan oleh Kasi Pais Kementerian Agama Kota Surabaya, Bapak H. Khoirun Rojiqin, S.Ag., M.Pd. Dan dari Pentas PAI tahun ke tahun memiliki cerita masing-masing. Bahkan uniknya di acara Pentas PAI kali ini disisipi dengan yel-yel penyemangat yang dinyanyikan serentak oleh semua peserta, panitia dan juri Pentas PAI. Yel-yel yang diciptakan oleh salah satu pendamping juri dari Patrol. (TimHumasSH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanti seberkas cahaya dalam gelapnya reruntuhan

Kolaborasi MGMP dan KKG di HGN Surabaya

Penyisihan Pentas PAI 2026