Pentas PAI 2025 Go Grand Final

 


Penilaian Juri Ahli


Surabaya. Lingkungan Dinas Pendidikan hari ini disibukkan dengan Penilaian Seleksi Pentas PAI Cabang Lomba MTQ, LPP, Kaligrafi, Patrol dan Banjari. Terutama di titik-titik lokasi seleksi seperti Ruang UKS, Ruang Kartini, Ruang WR Supratman, Ruang Bung Tomo dan Ki Hajar dipenuhi oleh para juri dan pendamping juri yang sudah siap untuk menyeleksi dan menilai ratusan link video. (27/02/25)


Penilaian Seleksi Pentas PAI tahun 2025 kali ini berbeda. Yang biasanya melalui tahapan seleksi sekolah, kecamatan, wilayah dan baru masuk tingkat kota. Berbeda konsep, setiap sekolah berhak mengikuti Pentas PAI langsung seleksi kota dengan melalui link yang dikirim video pada tiap cabang lomba. Tentu saja hal tersebut berimbas pada penilaian tim juri ahli. Yang biasanya harus menilai saat pentas PAI tingkat kota, tahun ini harus menyeleksi untuk mendapatkan 20 peserta terbaik setiap cabang lomba tunggal. Dan 15 grup untuk masing-masing lomba beregu. 



Kemudian dari peserta tersebut, juri ahli akan menilai kembali untuk mendapatkan juara secara luring. 10 juri ahli bersama dengan 10 pendamping juri benar-benar merasakan begitu ketat menyeleksi ratusan link video yang dikirim. Masing-masing cabang lomba memiliki kesulitan yang berbeda. Namun semangat untuk mencari peserta terbaik yang nantinya akan masuk ke Grand Final mengalahkan lelahnya. 


Bahkan Ketua Umum KKG PAI Kota Surabaya, Ustadz Zainul Fanani berpesan kepada 10 pendamping juri untuk lebih teliti memeriksa data peserta, jangan sampai kecolongan kelas enam masuk mengikuti lomba. Data peserta yang sudah masuk pun kembali disingkronkan dengan data tahun lalu, sehingga dipastikan pemenang juara tahun lalu tidak diperkenankan mengikuti lomba yang sama. Jika peserta tidak mematuhi aturan dan juknis yang ada, maka panitia akan mendiskualifikasi peserta tersebut.


Proses penilaian yang sangat selektif, teliti dan penuh kehati-hatian, benar-benar diterapkan agar tidak salah menilai dan memilih. Dari perpaduan data-data yang sudah dibawa oleh juri, kemudian diurutkan sesuai nomer yang masuk. Tugas pendamping juri membuka link video yang dikirim satu persatu sesuai data yang sudah diurutkan. Baru tim juri mulai melakukan penilaian. 


Pendamping juri setiap cabang lomba merekap nilai. Kemudian dari 20 besar yang sudah terseleksi dicek kembali data base-nya, sesuai persyaratan juknis Pentas PAI 2025. Terutama jangan sampai ada peserta yang dobel mengikuti lomba lainnya. Namun berbeda dengan penilaian seleksi cabang lomba Kaligrafi yang cukup hanya menunggu hasil sortiran 20 besar di lokasi, yang kemudian tinggal merekapnya dan kroscek data. (TimHumasSH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanti seberkas cahaya dalam gelapnya reruntuhan

Kolaborasi MGMP dan KKG di HGN Surabaya

Penyisihan Pentas PAI 2026