Berlangsungnya Seleksi BPKS Enam Agama

 


Seleksi Beasiswa Penghafal Kitab Suci 


Surabaya. Dinas Pendidikan telah mengadakan Seleksi Beasiswa Penghafal Kitab Suci enam agama, untuk pelajar Surabaya. Mulai dari sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, yang hari ini sudah berlangsung selama tiga hari ke depan, sejak dari tanggal 13 hingga 15 Februari 2025. Pada Hari Kamis, jumat dan sabtu, dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh pelaksana. Seleksi yang bertujuan untuk memberikan beasiswa pada Pelajar Surabaya sebagai Penghafal Kitab Suci, sesuai dengan agama yang dianutnya. (14/02/25)


Kegiatan Seleksi Beasiswa Penghafal Kitab Suci yang dikategorikan sesuai enam Agama, yaitu Agama Islam, Agama Kristen, Agama Protestan, Agama Katolik, Agama Hindu, Agama Budha dan Agama Konghucu sesuai dengan jenjangnya. Adapun lokasi seleksi tersebut, dilakukan dibeberapa tempat sekolah atau tempat ibadah. Seperti Seleksi Beasiswa Penghafal Kitab Suci Agama Islam, berada di dua tempat, yaitu SMP 17 Agustus 1945 dan Komplek Masjid Cheng Hoo (SD Islam Cheng Hoo).


Sementara untuk Seleksi Beasiswa Penghafal Kitab Suci Agama Kristen, ditempatkan di Komplek GKJW Jemaat Surabaya, Sekolah Kristen YBPK. Seleksi Beasiswa Penghafal Kitab Suci Agama Katolik, terlihat berada di Komplek Gereja Katolik Kristus Raja (SDK Santa Theresia, SDK Yahannes Gabriel dan SMP Katolik Santo Stanislaus). Dan Seleksi Beasiswa Penghafal Kitab Suci Agama Buddha berada di Vihara Buddhayana Dharmawira Centre. 


Selain itu untuk Seleksi Beasiswa Penghafal Kitab Suci Agama Hindu, bertempat di Pure Segara. Dan Komplek Kelenteng Boen Bio (TK Tri Pusaka) ditempati untuk Seleksi Beasiswa Penghafal Kitab Suci Agama Konghucu. Program beasiswa yang sudah menjadi program tahunan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya, bersama menggandeng KKG dan MGMP enam agama di surabaya tersebut mendapatkan angin segar dan dukungan oleh Walikota.


Berharap dengan memberikan beasiswa untuk pelajar Surabaya Hebat, sebagai penyemangat untuk pelajar di Surabaya terus mampu menghafal kitab suci, dan kemudian mengamalkannya dalam setiap kehidupannya. Dengan demikian pondasi pelajar Surabaya tidak hanya tangguh dalam keilmuannya, namun juga dalam agamanya, sehingga mampu memancarkannya dalam setiap prilaku. (TimHumasSH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanti seberkas cahaya dalam gelapnya reruntuhan

Kolaborasi MGMP dan KKG di HGN Surabaya

Penyisihan Pentas PAI 2026