Garda Terdepan Karakter Bangsa: Kemenag Siapkan Rp1,27 Triliun Tunjangan Profesi Guru PAI Jawa Timur


Surabaya – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan kesejahteraan sekaligus peningkatan mutu para pendidik agama. Dalam pergelaran Apel Akbar Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Provinsi Jawa Timur 2026 di Gedung Indoor Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu (16/5), 


Kemenag mengumumkan usulan anggaran fantastis senilai Rp1,27 triliun khusus untuk tunjangan profesi guru di wilayah Jawa Timur.Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag RI, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., menyatakan bahwa alokasi anggaran ini merupakan perintah langsung dari Presiden. 




Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi nyata pemerintah terhadap dedikasi Guru PAI yang memikul tanggung jawab besar dalam mengawal moralitas generasi muda.


"Kesejahteraan dan profesionalisme adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kami telah mengusulkan anggaran kurang lebih Rp1,27 triliun untuk tunjangan profesi guru di Jawa Timur. Pemerintah berkomitmen penuh agar hak-hak seluruh guru agama terpenuhi, termasuk memperluas akses Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang tahun lalu grafisnya melonjak hingga 700 persen," ujar Prof. Amien Suyitno di hadapan belasan ribu peserta yang memadati stadion.




Arsitek Moral Pemimpin Masa Depan


Di balik intervensi anggaran tersebut, Dirjen Pendis memberikan pemaparan mendalam mengenai posisi strategis Guru PAI dalam struktur ketatanegaraan masa depan. 


Berdasarkan data makro pendidikan, lebih dari 90 persen menteri, pejabat birokrasi, hingga presiden dan wakil presiden di Indonesia merupakan alumni dari sekolah umum, bukan madrasah.Fakta sosiologis ini menempatkan Guru PAI di sekolah umum sebagai pemegang peran kunci. 




Mereka adalah figur utama yang mewarnai watak, integritas, dan dasar spiritual para calon pemimpin bangsa nasional."Mengajar bukan sekadar profesi mencari nafkah, melainkan sebuah panggilan profesional untuk anak negeri. 


Guru PAI adalah tokoh bangsa yang sesungguhnya. Di tangan Anda sekalian, masa depan moralitas dan karakter para pemimpin bangsa ini dipertaruhkan," tegasnya secara visioner.


Implementasi Tiga Pilar: 


Kurikulum Cinta hingga Literasi Al-Qur'anMenanggapi tantangan global dan disrupsi teknologi, Prof. Amien Suyitno menginstruksikan pengurus baru KKG PAI Jawa Timur periode 2026–2031 untuk segera membumikan tiga pilar program strategis di ruang kelas:Kurikulum Berbasis Cinta (Character Building): 




Menjadikan cinta sebagai fondasi utama pembelajaran. Siswa dididik untuk mencintai penciptanya, menghargai diri sendiri, menjaga lingkungan hidup, serta mencintai tanah air guna menangkal radikalisme sejak dini.Gerakan Literasi Al-Qur'an: 


KKG PAI wajib menjadi motor penggerak dalam memerangi buta huruf Al-Qur'an di sekolah umum secara terstruktur dan masif.Edukasi Filantropi Islam: Mengenalkan instrumen ibadah sosial seperti wakaf kepada peserta didik, guna membangun jembatan empati dan kepedulian sosial sejak usia sekolah.



Rangkaian pembukaan upacara inti ini turut dihadiri oleh Direktur PAI Kemenag RI Dr. H. M. Munir, M.Ag., perwakilan Pemerintah Kota Surabaya, serta seluruh Kepala Seksi PAIS/Pakis dari 38 kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu mengukuhkan posisi KKG PAI Jawa Timur sebagai organisasi yang aktif, kreatif, kolaboratif, dan memberikan kontribusi konkret bagi peradaban Indonesia. (Bunda Tri)

Komentar